Thursday, October 8, 2009

complicated heart

Akhir2 ini entah banyak pikiran...
Perasaan juga campur aduk...
Tapi tidak bisa disharingkan..
Tidak tahu harus berbicara dengan siapa..

Memendam perasaan memang tidak enak...
Tapi kepada siapa dicurahkan??
Apalagi jika aku sendiri susah mendeskripsikannya?

Harus dilawan..
Tapi ada bagian diriku yang menginginkannya..

Semoga hilang sendiri dengan waktu..
Semoga hilang sendiri dengan kesibukan2...


Gile, knapa aku jadi Melankolis gini ya??

Wednesday, September 30, 2009

Working mom? full time mom?

Kemarin pagi, ketika berangkat ke kantor, di jalanan aku melihat seorang teman..

Dia dulu bekerja sebagai konsultan
punya beberapa klien, hingga di luar kota
Kemudian menikah, dan punya anak
Sekarang anaknya berusia 9 bulan
Karena tidak ada pembantu, maka dia berhenti bekerja
dan menjadi full time mom..

pagi itu aku melihat dia pulang belanja dari pasar
memakai pakaian seadanya, tanpa make up..

Sebetulnya, sejak menikah aku mengimpikan menjadi full time mom saja
Tapi pemandangan pagi itu cukup mengagetkan..

Apakah aku mau menjadi seperti dia?
Aku ndak menyalahkan dia, atau merendahkan dia..
Kalau itu memang jalan hidup yang dia pilih, and she's happy..

Tapi aku kok tiba2 merasa itu bukan jalan hidup yang sepertinya aku nikmati ya?
Aku sekarang bekerja.. capek? iya. Bosen ? iya.
Tapi dengan bekerja aku merasa lebih terlatih.. dalam berkomunikasi dan pekerjaan.

Bukan merendahkan pekerjaan sebagai full time mom...
Aku tahu full time mom juga berat.. melelahkan..

Arrggghhh.... dunno..
Gak perlu dipikirin sekarang.. lha wong anak aja belum punya.. hehehehe...
dipikir nanti wae..
:p

Trip to Jakarta

Sudah lama ndak ngapdet (meng update) blog ini..
Tadi sebetulnya juga ndak ada bahan, cuman pengen nambah2in posting aja..
Dipikir2, meliput liburan aja deh....

Liburan lebaran lalu aku ke Jakarta...
Liburan lebaran kali ini lumayan panjang, ada 10 hari.. mulai 17 september, masuk 28 September.. 10 days... horray.. ^__^

day 1..
cuci gordyn.. cuci baju...
internetan

day 2..
lupa nih ngapain ya?
kayaknya sih baca harry potter, sambil nyantai2...
plus packing buat besok

day 3..
jakarta!!
hampir seharian kepanasan dirumah PIK (Pantai Indah Kapuk) gara-gara lampu mati
sorenya ke Waterbom PIK, bagus sih... cuman mahal buanget.. ber 4+ 1 anak kecil, abis 490rb, padahal itu sudah promo buy 1 get 1 free.. bayangin kalo ga ada promo..


day 4..
DUFAN !!!
cukup mahal juga, ber 4 (1 anak kecilnya gratis krn tingginya masih belum 100 cm).. abis 560rb
tapi oke lah... karena kita kesana pas hari pertama lebaran, jadi ndak terlalu rame...
Awal masuk langsung mengincar permainan2 yang bikin jantung berbebar2... Niagara gara, rumah boneka, alap-alap, halilintar, dsb... trus makan siang, setelah itu yang santai2.. nonton X-men life action show, naek bianglala, trus kuda yang mutar2 itu..
pengen naik tornado, tapi gak brani.. hehehe....

day 5..
kemarin malam Papi Mami dah nyusul dari Sby, jadi acaranya lebih yang family... dan yang low budget... hehehe..... hari ini ke Serpong, kebetulan ada sepupu lagi nginap di Aryaduta.. jadi nunut berenang disana..


day 6..
liburan di mobil.. hehehe.... abis muacet banget sih..
kami ke Puncak hari ini... butuh waktu 6 jam untuk sampai ke vila.. weleh2...
setelah di vila (kalau ndak salah namanya green apple), kita ke vila tetangga, ke kota bunga... ampun2 juga disana, orang2 berjubel.


day 7..
jam 4 pagi sudah pada bangun, siap2 back to Jakarta, kita berangkat pagi2 krn kuatir jalan ke jakarta ditutup seperti kemarin.
Malam.. ke Grand Indonesia, the only mall i visited when i was in Jakarta

day 8..
back to surabaya, early in the morning..
and then.. sleep all day....





day 9..
rest all day... gara2 mens... ampun2 deh...
kali ini bertahan tanpa ponstan

day 10..
masih geblak...
last day of holiday..

DAN.... berakhirlah liburan kali ini.....
cukup menyegarkan, buktinya Sabtu dan Minggu ndak merasa terlalu bete..
hanya merasa "wah liburan dah berakhir..."

TAPI.... perjalanan berikutnya menanti..

BALI, HERE I COME....

Friday, August 14, 2009

WS Rendra

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,

mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,

aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah ...
semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah ...
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"

(WS Rendra)